Seorang kawan, Heri Chandrasantosa menghadiahkan aku dan istri beberapa buku sebagai kado pernikahan kami; diantaranya dua jilid catatan perjalanan Sigit Susanto, seorang anak aseli Boja, Semarang yang berkeliling dunia (bersama sang istri).
Aku membaca edisi perdana buku ini, entah beberapa tahun silam. Di kotak kumal kantor Manunggal, aku menikmati tulisan mas Sigit yang ringan, namun berisi. Kantong mahasiswa, buku itu tidak terbeli. Maklum masih banyak hal lain saat itu yang lebih penting.
"Banyak benda menarik menjadi cinderamata; tapi seorang diantara banyak kawan tahu: aku suka buku."
NB: Terima kasih banyak untuk Laluadaangin, Heri CS.